Kepala BKPM: Harga Tanah Kawasan Industri Tidak Boleh Lebih dari Rp200 Ribu/meter

Oleh : Ridwan | Selasa, 07 Januari 2020 - 18:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan agar harga tanah di kawasan industri (KI) tidak lebih dari Rp 200 ribu/meter. 

Hal itu diungkapkannya setelah dapat banyak masukan dari asosiasi dan pelaku usaha yang mengeluhkan harga tanah di KI melonjak tinggi.

"Sesuai dengan arahan Presiden, pembangunan ini tidak boleh dihambat-hambat. Jangan mempersulit perizinannya dan harga tanah tidak boleh lebih dari Rp 200ribu/m2," ucap Bahlil dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menjelaskan, banyak perusahaan China yang pindah ke Vietnam. karena harga tanah di sana murah dan ada kepastian insentif investasi.

"Permasalahan harga tanah yang tinggi akan mempengaruhi daya saing investasi Indonesia", ujar dia.

Untuk mengatasi lonjaknya harga tanah, perlu segera disiapkan site plan dan master plan sehingga dapat dilakukan penetapan lokasi (penlok) KI.

Sebagai informasi, pemerintah sedang mempercepat pembangunan KI Brebes, Jawa Tengah. KI Brebes dibangun untuk memberikan kepastian dan kemudahan investasi khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Percepatan pembangunan KI Brebes ini merupakan tindak lanjut Perpres No 79 tahun 2019.

Kementerian BUMN telah menunjuk PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai pengelola KI Brebes. PT KIW merupakan salah satu dari 6 BUMN yang ditunjuk untuk mengelola KI di Indonesia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →