IHSG Terus Menguat ke Posisi 5.548

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Maret 2017 - 11:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11:25 WIB pada Selasa (21/03/2017) ini terus menguat. IHSG naik 14 poin, atau 0,3%, ke posisi 5.548,31 dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di level 5.533,99. Ada 170 saham yang harganya naik, 305 saham harganya turun, 104 saham stagnan dan 179 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi perdagangan saham hingga pukul 11:25 WIB di BEI tercatat sebesar Rp2,56 triliun dengan volume transaksi sebanyak 5,779 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli bersih saham (net buying) sebesar Rp238 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 85 juta unit.

Selain itu, kenaikan IHSG tersebut juga ditopang oleh kenaikan berbagai indeks sektoral di BEI. Lima dari total 10 indeks sektoral mengalami kenaikan dan sisanya mengalami penurunan. Kenaikan terbesar dialami oleh indeks sektor pertambangan, yaitu sebesar 1,11%, atau 15,93 poin, ke posisi 1.449, kemudian disusul oleh indeks sektor perdagangan sebesar 0,8%, atau 7,14 poin, ke posisi 904.

Sementara itu, indeks sektoral yang mengalami penurunan terbesar adalah indeks sektor infrastruktur, sebesar 0,15%, atau 1,6 poin, ke posisi 1.097.

Saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga tertinggi dan termasuk top gainers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya naik Rp16, atau 4,7%, menjadi Rp358 per unit. Sedangkan saham LQ45 yang termasuk dalam top losers adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya tergerus Rp60, atau 2,4%, menjadi Rp2.480 per unit.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →