Laba 2016 Mayora Tumbuh Hampir 11%

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Maret 2017 - 11:01 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada 2016 meraih laba bersih sebesar Rp1,34 triliun, atau meningkat 10,65% dibandingkan dengan realisasi laba perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,22 triliun.

Menurut data laporan keuangan 2016 MYOR yang sudah diaudit, pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan perseroan pada 2016 sekitar 23,82% menjadi Rp18,35 triliun dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya sebesar Rp14,82 triliun.

Kendati mengalami kenaikan beban pokok penjualan dari Rp10,62 triliun menjadi Rp13,45 triliun, produsen makanan ringan tersebut masih mampu membukukan kenaikan laba kotor sekitar 16,67% menjadi Rp4,9 triliun pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun.

Disamping itu, Mayora juga mengalami peningkatan beban usaha dari Rp2,33 triliun menjadi Rp2,58 triliun. Beban lain-lain juga naik secara signifikan dari Rp222,13 miliar menjadi Rp469,56 miliar.

Tetapi, faktor lain yang membantu mengangkat kinerja Mayora pada 2016 adalah laba selisih kurs yang diperoleh sebesar Rp151,96 miliar. Pada 2015, Mayora menderita rugi kurs hingga mencapai Rp124,34 miliar.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →