IHSG Diprediksi Masih Bergerak di Atas Level 5.400

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Maret 2017 - 09:44 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan bergerak di atas level 5.400 pada Selasa (21/03/2017) karena aksi beli terhadap saham-saham berkapitaliasi besar diperkirakan masih akan terus berlangsung pada hari ini.

“Setelah kemarin ditutup turun, pelaku pasar hari ini tampaknya akan memborong saham-saham berkapitalisasi besar sehingga pergerakan IHSG dapat tetap berlangsung di atas level 5.500,” ujar Yuganur Wijanarko, analis senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Selasa (21/03/2017).

Yuganur mengemukakan, laju IHSG pada hari ini tampaknya masih dihambat oleh aksi jual sebagian pelaku pasar, tetapi pelaku pasar lainnya akan melakukan aksi beli yang diperkirakan dapat mendorong pergerakan IHSG hari ini.

“Momentum di atas level 5.400 harus tetap dijaga agar dapat mendorong IHSG untuk mencapai titik tertinggi baru kedepan,” imbuh Yuganur.

Karena itu, demikian Yuganur, kondisi saling mempengaruhi antara para pelaku pasar yang melakukan aksi beli dan aksi jual hari ini di BEI dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Wika Beton Tbk (WTON).

PNBN cukup baik untuk dikoleksi karena saham tersebut sedang mengalami pola perbaikan harga dalam jangka pendek dan menengah secara teknikal. Harga PNBN ditargetkan mencapai Rp925-975 per unit.

Pola perbaikan momentum harga dalam jangka pendek dan menengah yang dialami AALI saat ini dapat digunakan sebagai peluang membeli saham produsen minyak sawit mentah ini. Harga AALI ditargetkan mencapai Rp16.000 per unit.

Harga HRUM ditargetkan mencapai Rp2.700 per unit. Pasalnya, harga komoditas global yang berada di level terendah dalam sepuluh tahun terakhir ini dan valuasi sektor pertambangan yang cukup murah, membuat HRUM menarik untuk diakumulasi dalam jangka menengah.

Sementara itu, harga WTON berpotensi menyentuh posisi Rp860-900 per unit. Pola perbaikan momentum harga WTON dalam jangka pendek dan menengah dapat digunakan sebagai peluang untuk membeli saham anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini. ***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →