Kemenperin Dorong Pengembangan IKM Gula Palma Berbasis Informasi Terpadu

Oleh : Ridwan | Sabtu, 16 November 2019 - 10:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Purwokerto - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus mendorong agar industri kecil dan menengah (IKM) gula palma untuk melakukan terobosan.

"Pengembangan IKM gula palma harus berbasis sistem informasi terpadu untuk dapat meningkatkan efesiensi dan kemudahan telusur," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Purwokerto (15/11).

Menurut Gati, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi khususnya di Banyumas.

Pada 2018 ekspor gula palma mencapai 35 ribu ton dengan nilai 52,5 juta dolar AS.

"Demi menjaga pasar dari negara pesaing, maka kualitas gula palma harus diperhatikan dengan baik agar kualitasnya tetap terjamin," terangnya.

Data yang diterima Kemenperin, jumlah perajin gula terbesar berada di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) yang mencapai 86.881 pengrajin.

Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten dengan jumlah pengrajin gula palma terbesar mencapai 26.850 penderes. Sekitar 10 persen adalah di petani gula semut atau kristal.

Rata-rata perajin dapat memproduksi gula palma sebanyak 4,7 kg perhari yang berasal dari 16 pohon kelapa.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →