Kemenperin Sebut Impor Cangkul Sudah Berhenti Sejak 2017

Oleh : Ridwan | Jumat, 08 November 2019 - 10:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut Indonesia sudah tidak lagi mengimpor cangkul sejak beberapa tahun lalu. 

"Impor cangkul sudah dihentikan sejak Presiden Joko Widodo menyinggung hal tersebut pada tahun 2017," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan Gati, pihaknya (Kemenperin) sudah tidak pernah memberikan rekomendasi untuk impor cangkul. "Sebenarnya waktu itu (tahun 2017) Presiden Jokowi sudah tahan impor. Dan mulai saat itu kami sudah tidak berikan rekomendasi impor cangkul," terangnya.

Menurut Gati, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan beberapa retail, seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, Sarinah sampai Boma [PT Boma Bisma Indra].

"Sarinah nerima order industri kecil menengah (IKM), kemudian PPI salurkan ke Borma, Borma kemudian bikin 75 persen setengah jadi, terus nanti IKM ambil dari Boma, kemudian IKM selesaikan 100 persen. Tapi enggak boleh lagi adanya impor, sudah ditutup waktu itu," ungkap Gati.

Ia membenarkan bahwa sebelumnya Indonesia pernah melakukan impor cangkul. Bahkan hampir 60 persen "Kebutuhan cangkul RI dimpor dari luar negeri. Kebutuhannya bermacam-macam, mulai dari pacul untuk kebutuhan konstruksi sampai pertanian. Rata-rata semua impor, hampir 60 persen impor," kata dia. 

Impor banyak dipilih pengusaha karena harganya kerap kali lebih murah dibandingkan harga cangkul yang diproduksi di dalam negeri. 

"Kalau impor itu, lebih murah. Lebih cepat. Pedagang murah 5 perak aja ibaratnya lumayan. Saya rasa sih enggak mungkin cuma sekitar 10 persen murahnya," terang dia.

Gati menjelaskan, langkah pemerintah untuk menekan cangkul impor antara lain dengan meresmikan pembuatan bahan baku cangkul di PT Indobaja. Nantinya Indobaja akan merangkai cangkul sampai terbentuk 75 persen. Kemudian akan diselesaikan 100 persen oleh koperasi di Jawa Timur. 

"Ada dua, di Sidoarjo sama di Probolinggo. Koperasi di sana, pembuat cangkul. Mereka ngambil dari Indobaja ini diselesaikanlah sama si koperasi tersebut. Saya menyaksikan penandatanganan kerjasama, IKM Sidoarjo dan pasuruan, selain di sana juga ada di Jawa Barat," tutup Gati. (Trt)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →