IHSG Variasi Tertekan dan Menguat

Oleh : Wiyanto | Kamis, 31 Oktober 2019 - 09:08 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal mampu bertahan diatas zona moving Average 5 hari mengukuhkan kekuatan menuju target moving average 200 hari yang berada di kisaran level 6322. Indikator Stochastic tetap bergerak bearish mengisyaratkan tekanan pergerakan yang cenderung mengalami tekanan meskipun kodisi pergerakan IHSG ditutup menguat.

"Sehigga secara teknikal kami masih memperkirakan IHSG bergerak kembali bervariasi menguat dengan tekanan selama jam perdagangan dengan support resistance 6280-6350," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal diantaranya; AALI, UNVR, ICBP, HOKI, ANTM, INCO, BEST, WEGE, LPPF, ERAA, AKRA, RALS.IHSG (+0,23%) ditutup menguat 14,61 poin kelevel 6295,75 dengan indeks sektor pertambangan (+2,37%) dan Pertanian (+0,54%) menguat signifikan memimpin penguatan indeks sektoral di IHSG.

Saham BRMS (+11,54%) naik signifikan memimpin kontributor penguatan sektor pertambangan setelah laoran keuangan rilis cukup optimis. Dimana laba bersih BRMS berhasil positif di 9 bulan tahun 2019 dengan rasio debt to equity cenderung stabil dan ekuitas yang bertumbuh. Investor terlihat cenderung menahan diri menanti data GDP ekonomi terbesar di Dunia dan FOMC dengan ekspektasi pemangkasan 25bps suku bunga AS. Investor asing melakukan aksi jual 59,83 Miliar rupiah .

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →