45 Persen dari Laba 2016 Bank Mandiri Dibagikan Sebagai Dividen

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 15 Maret 2017 - 12:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp6,212 triliun (Rp266,27 per saham). Total dividen yang dibagikan itu mencapai 45 persen dari total laba bersih 2016 Bank Mandiri sebesar Rp13,80 triliun.
 
“Pembagian dividen sebesar itu sudah disetujui oleh para pemegang saham Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” ujar Sulaiman A. Arianto, Wakil Direktur Utama BMRI dalam konferensi pers usai RUPST di Plaza Mandiri Jakarta, Selasa (14/03/2017) petang.
 
Disamping pembagian dividen, demikian Sulaiman, RUPS tersebut juga memutuskan untuk mengangkat Destry Damayanti dan Makmur Keliat sebagai Komisaris Independen, menggantikan Aviliani dan Abdul Aziz. “Perubahan susunan dewan komisaris tersebut dilakukan untuk mendukung upaya penguatan jajaran pengurus Bank Mandiri guna meningkatkan kinerja tahun ini,” tukasnya.
 
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Bank Mandiri menjadi Wimboh Santoso (Komisaris Utama), Imam Apriyanto Putro (Wakil Komisaris Utama), Goe Siauw Hong (Komisaris Independen), Bangun Sarwito Kusmulyono (Komisaris Independen) Destry Damayanti (Komisaris Independen), Makmur Keliat (Komisaris Independen), Askolani (Komisaris) dan Ardan Adiperdana (Komisaris)
 
Saat ini, Destry Damayanti adalah Anggota Dewan Komisioner LPS, sedangkan Makmur Keliat merupakan Dosen di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) UI. “Kami yakin kehadiran Ibu Destry Damayanti dan Bapak Makmur Keliat dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri akan dapat mendukung perseroan dalam mendorong ekspansi bisnis secara sehat dan berkesinambungan,”paparnya.
 
Sulaiman mengungkapkan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Mandiri juga sudah turun drastis sehingga kinerja Bank Mandiri tahun dapat menjadi lebih baik karena beban pencadangan sudah jauh berkurang.
 
Disamping itu, menurut Sulaiman, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk tetap memberikan kontribusi yang optimal kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui keterlibatan dalam program-program strategis nasional yang dimandatkan pemerintah, termasuk dalam program percepatan pengadaan infrastruktur dan program-program sosial.***

Disaat yang sama, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Hari Santosa Sungkari juga menyampaikan harapan akan naiknya kontribusi ekspor dari ekonomi kreatif, salah satunya melalui CeBIT 2017.

"Di 2019, kita menargetkan kontribusi ekonomi kreatif bisa meningkat dalam tiga hal, yakni PDB sebesar 12 persen, serapan tenaga kerja sebesar 13 persen dan ekspor 10 persen" paparnya.  

Keikutsertaan Indonesia dalam CeBIT tidak hanya untuk menyasar pasar Jerman saja, tetapi agar produk Indonesia bisa masuk ke jalur distribusi global dan berkolaborasi dengan perusahaan besar dunia.

"Dari pameran ini juga diharapkan ada Foreign Direct Investment (FDI) yang masuk dan membiayai produk-produk Indonesia" tutup Hari.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →