Setelah Dibuka Turun, IHSG Kini Kembali Flat

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 09 Maret 2017 - 11:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah dibuka turun tadi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 10:42, Kamis (09/03/2017) kembali flat karena hanya naik tipis 1 poin ke posisi 5.394,63 atau relatif sama seperti pada penutupan perdagangan Rabu (08/03/2017) di posisi 5.393,76.

Hingga kini, terdapat 123 saham yang harganya naik, sebayak 34 saham mengalami penurunan harga, sebanyak 114 saham harganya stagnan dan sebanyak 194 saham tidak ditransaksikan.

Total nilai perdagangan hingga saat ini tercatat sebesar Rp1,761 triliun dengan volume transaksi sebanyak 3,786 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing mengambil posisi beli bersih saham (net buying) senilai Rp88 miliar dengan volume transaksi sebanyak 30 juta unit saham.

Dari 10 indeks sektoral di BEI, terdapat lima indeks mengalami kenaikan dan sisanya mengalami penurunan. Adapun indeks sektor perdagangan mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 0,53%, atau 4,58 poin, ke posisi 871. Disusul oleh indeks sektor pertanian yang meningkat 0,14%, atau 2,65 poin, ke posisi 1.840. Adapun indeks sektor pertambangan mengalami penurunan paling dalam yaitu sebesar 0,72%, atau 10,10 poin ke posisi 1.401.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang harganya mengalami kenaikan dan masuk ke dalam kategori top gainers adalah saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang harganya meningkat Rp80, atau 5,7%, menjadi Rp1.480 per unit, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang harganya terangkat Rp60, atau 2,1%, menjadi Rp2.890 per unit dan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya naik Rp10, atau 1,7%, menjadi Rp590 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang masuk ke dalam kategori top losers adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya anjlok Rp22, atau 5,5%, menjadi Rp380 per unit, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya tergerus Rp100, atau 4,1%, menjadi Rp2.360 per unit dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang harganya susut Rp10, atau 1,4%, menjadi Rp720 per unit.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →