Penerbitan Obligasi PPRO Alami Kelebihan Permintaan Hampir 5 Kali Lipat

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 03 Juli 2019 - 18:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Obligasi Berkelanjutan Pertama Tahap Ketiga 2019 yang diterbitkan PT PP Properti Tbk (PPRO) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 4,58 kali lipat. Itu terlihat dimana obligasi yang ditawarkan sebesar Rp534,5 miliar tersebut meraih nilai penawaran yang masuk hingga mencapai Rp2,45 triliun.

“Kelebihan permintaan ini adalah bukti bahwa para investor memberikan apresiasi yang tinggi terhadap obligasi PP Properti. Keberhasilan penerbitan obligasi ini tidak luput dari pemilihan timing penerbitan yang tepat,” ujar Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO.

Taufik mengemukakan, momentum penerbitan obligasi PPRO tersebut juga didukung oleh kenaikan peringkat Indonesia, insentif pemerintah serta banyaknya obligasi yang jatuh tempo sehingga mendorong peningkatan permintaan investor terhadap obligasi.

“Selain itu, pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang berkesinambungan turut menjadi faktor pendorong peningkatan minat para investor terhadap obligasi ini,” papar Taufik di Jakarta, Rabu (03/07/2019).

Penerbitan obligasi yang memperoleh peringkat BBB+ (triple B plus) dari Fitch Ratings tersebut adalah bagian dari program Obligasi Berkelanjutan Pertama PP Properti bernilai total Rp2 triliun.

Pada tahap pertama, perseroan telah menerbitkan obligasi serupa setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 juni 2018.

Obligasi Berkelanjutan Tahap Ketiga 2019 ini menawarkan kupon sebesar 11 persen dengan tenor selama tiga tahun. Sekitar 56,27 persen dari dana hasil penerbitan ini akan digunakan untuk pembiayaan utang (refinancing).

“Sebesar 21% dari hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk membiayai investasi yang dilakukan perseroan. Adapun sisanya sebesar 22,73% akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” ungkap Taufik.

Taufik menuturkan, penerbitan obligasi tersebut adalah salah satu strategi manajemen perseroan untuk mengamankan pendanaan jangka panjang agar dapat mengejar target pertumbuhan usaha pada tahun ini.

PT PP Properti Tbk (PPRO) adalah anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) yang didirikan pada Desember 2013 dan tercatat sebagai emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Mei 2015. Perseroan pada 2017 telah melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp100 per saham menjadi Rp25 per saham.

Kini, perseroan memiliki tiga segmen usaha yaitu, Residential, Commercial dan Hospitality. Sejak 1991 hingga kini, perseroan telah mengembangkan 49 proyek, yang terdiri dari 33 Residential, 10 Commercial dan 6 Hospitality. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →