Pendapatan Pelayaran Tempuran Emas Ditargetkan Tumbuh 13% pada 2019

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 19 Juni 2019 - 15:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pendapatan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) ditargetkan mencapai Rp2,6 triliun pada 2019, atau lebih tinggi sekitar 13,04% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2018 sebesar Rp2,3 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan kami pada tahun ini terutama ditopang oleh perluasan layanan pelabuhan dan pembelian tiga unit kapal baru,” ujar Sutikno Khusumo, Presiden Direktur TMAS, dalam acara paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (19/06/2019).

Sutikno mengemukakan, perseroan pada 2018 lalu membuka tiga pelabuhan peti kemas di Tarakan, Kalimantan Timur; Palu, Sulawesi Tenggara; dan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Papua. Sehubungan dengan perluasan pelabuhan itu, perseroan membutuhkan lagi tiga unit kapal baru.

“Untuk operasionalnya, manajemen perseroan membuat sebuah kerja sama operasional (KSO) dengan Mentari Line, sehingga perseroan mampu melayani 82 unit pelabuhan pada tahun ini dibandingkan sebanyak 41 pelabuhan pada 2018. Pasalnya, KSO tersebut dapat meningkatkan konektivitas antar pulau,” papar Sutikno.

Sutikno menjelaskan, peningkatan layanan pelabuhan peti kemas yang dilakukan TMAS itu karena perseroan ingin memberikan kontribusi bagi program-program pemerintah terkait pemerataan ekonomi, khususnya berbagai daerah yang berstatus 3TP (Terluar, Terpencil, Terbelakang dan Perbatasan).

Sementara itu, Faty Khusumo, Direktur TMAS, menuturkan, untuk melayani 82 pelabuhan peti kemas tersebut, manajemen perseroan akan membeli satu unit kapal berkapasitas angkut 2.700-4.000 TEUs dan dua unit kapal berkapasitas 300-400 TEUs.

“Di samping itu, kami juga akan membeli empat unit QC dan enam unit RTG serta kontainer. Untuk keperluan belanja tersebut, perseroan mengalokasikan dana Rp750 miliar pada tahun ini,” pungkas Faty.

Pada 2018, TMAS membukukan pendapatan Rp2,32 triliun, atau tumbuh 16% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2017 sebesar Rp2 triliun. Adapun laba bersih yang berhasil diraih perseroan pada 2018 adalah sebesar Rp34,82 miliar. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →