20% Laba Bersih 2018 Bekasi Fajar Industrial Estate Dijadikan Dividen Tunai

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 Mei 2019 - 18:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cibitung - Pemegang saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Kantor Kawasan MM2100 Bekasi menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2018 bernilai total Rp84,41 miliar (Rp8,75 per saham).

“Total dividen tunai yang akan dibagikan pada akhir Mei 2019 tersebut mencapai sekitar 20% dari laba bersih konsolidasi perseroan pada 2018 yang tercatat sebesar Rp422,61 miliar,” ujar Seri, Head of Investor Relation BEST, di Cibitung, Kamis (03/05/2019).

Seri mengemukakan, pendapatan perseroan pada 2018 berasal dari penjualan tanah industri seluas 35 hektar. Itu sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya, yakni seluas antara 35-45 hektar. Akan tetapi, manajemen BEST berharap dapat menjual tanah seluas 40 hektar dengan target harga jual rata-rata Rp2,6-3,2 juta per meter persegi pada tahun ini.

“Kendati sepanjang triwulan pertama 2019, peraseroan belum meningkatkan luas lahan yang terjual, akan tetapi manajemen tetap menargetkan untuk menjual lebih luas lagi lahan, terutama di paruh kedua tahun ini,” jelas Seri.

Seri menegaskan, pendapatan perseroan pada 2018 tercatat sebesar Rp963 miliar, atau turun tipis dibandingkan pada 2017 yang mencapai Rp1 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan lahan industri pada 2018.

Untuk 2019, demikian Seri, manajemen perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan antara 10-15% dengan mempertahankan marjin EBITDA di kisaran 60% dan margin laba bersih antara 40-50%.

“Pada triwulan pertama 2019, perseroan mampu meningkatkan penjualan menjadi Rp247 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2018. Sementara itu, EBITDA stabil sebesar Rp127 miliar dengan laba bersih sebesar Rp95 miliar,” ungkap Seri.

Seri menuturkan, manajemen perseroan akan terus memusatkan perhatiannya pada bisnis kawasan industri, terutama di Kawasan MM2100 Bekasi. Perseroan akan melanjutkan pengembangan sarana dan fasilitas serta memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan.

Seperti yang diketahui Kawasan MM210 akan dilewati oleh JORR II Cibitung – Cilincing dan para penghuni kawasan akan mendapatkan keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas di MM2100.

Selain itu, Kawasan MM2100 juga akan mendapatkan manfaat dari tol layang Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Untuk menjawab kebutuhan industri ke depan dan sebagai strategi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, perseroan juga masih menindaklanjuti rencana pembukaan kawasan industri baru dengan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian,” pungkas Seri. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →