KTT IORA Wujudkan Perdamaian Keamanan Kawasan Samudra Hindia

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 04 Maret 2017 - 03:13 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi mengatakan bahwa Indonesia mendorong negara anggota Asosiasi Lingkar Samudra Hindia (IORA) untuk mencipatakan stabilitas dan perdamaian di kawasan Samudra Hindia untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menlu Retno, saat ditemui awak media di Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Jumat (3/3/3017), menyampaikan bahwa sangat penting untuk memastikan Samudra Hindia dapat menjadi kawasan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi negara-negara anggota IORA.

Menurut Menlu RI, Indonesia ingin mendorong kerja sama maritim antarnegara anggota IORA untuk upaya menciptakan kawasan Samudra Hindia yang aman, stabil, bebas dari konflik.

"Sejarah IORA bermula dari keinginan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Sejarah membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak 'sustainable' jika tidak didukung oleh stabilitas dan perdamaian kawasan," ujar dia lagi.

"Kepemimpinan Indonesia ingin menunjukkan bahwa kawasan Samudra Hindia adalah kawasan yang damai dan stabil," kata dia lagi.

Menurut Retno, IORA Concord--yang akan menjadi dokumen utama hasil pertemuan IORA--sangat penting artinya karena akan memuat acuan norma (norms setting) bagi negara anggota IORA untuk berperilaku damai di kawasan Samudra Hindia.

"Dalam Concord disebutkan adanya 'norms setting', seperti pentingnya menerapkan UNCLOS (Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional). Kita ingin kawasan Samudra Hindia sebagai kawasan stabil dan damai dengan memastikan komitmen negara anggota terhadap perjanjian internasional, seperti UNCLOS," ujarnya pula.

Menlu Retno mengatakan pemerintah Indonesia meyakini bahwa kawasan Samudra Hindia akan menjadi samudra masa depan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Samudra Hindia itu sangat strategis karena dilalui oleh separuh dari 'container' di dunia, sepertiga dari 'cargo' dan dua pertiga dari 'shipment' dunia. Data itu menunjukkan Samudra Hindia ini akan menjadi samudra masa depan pertumbuhan ekonomi dunia," kata dia.

Karena itu, kata Retno, negara-negara yang berada di Lingkar Samudra Hindia mempunyai kewajiban untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

"Ke depannya perdagangan internasional akan sangat dipengaruhi oleh perdamaian dan stabilitas di Samudra Hindia," ujar dia.

Tema yang diangkat dalam Pertemuan IORA yang digelar pada masa keketuaan Indonesia itu adalah "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean" (Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudra Hindia yang Damai, Stabil, dan Makmur).

Rangkaian Pertemuan IORA akan dilaksanakan pada 5-7 Maret. Acara IORA didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi pada 5 Maret, pertemuan tingkat menteri pada 6 Maret, dan pertemuan tingkat tinggi atau KTT pada 7 Maret.

Dalam pertemuan tingkat menteri IORA akan disepakati Rencana Aksi IORA, berisi langkah-langkah yang akan dilakukan oleh seluruh negara anggota IORA selama empat tahun ke depan, salah satunya terkait isu pemberdayaan ekonomi perempuan (women economic empowerment).

Selain itu, para menteri IORA juga akan menyepakati Deklarasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Terorisme dan Ekstremisme dengan Kekerasan.

Sedangkan, dalam pertemuan tingkat tinggi atau KTT IORA, para kepala negara dan atau pemerintahan negara IORA akan menandatangani IORA Concord.

Herry Barus Lihat semua artikel →