2018, Laba Grup Tunas Naik

Oleh : Wiyanto | Selasa, 07 Mei 2019 - 15:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id

Jakarta - PT Tunas Ridean Tbk (Tunas Group) berhasil menciptakan pertumbuhan positif sepanjang 2018 di tengah-tengah persaingan yang ketat di industri otomotif. Pendapatan bersih Tunas Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp13,4 trilyun naik 4% dari tahun sebelumnya, sementara laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Rp560,2 milyar naik 18%.

"Laba per saham juga naik 18% menjadi Rp100," ujar Rico Setiawan, Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Laba Grup dari bisnis otomotif naik 21% menjadi Rp292,9 milyar, disebabkan oleh meningkatnya marjin dari perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor. Pasar mobil nasional naik 7% menjadi 1,2 juta unit, sedangkan penjualan mobil Grup turun 6% menjadi 48.326 unit dikarenakan intensitas persaingan. Pasar motor nasional naik 8% menjadi 6,4 juta unit, sedangkan penjualan sepeda motor Grup yang terutama berlokasi di Sumatra mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga hasil pertanian yang menyebabkan kenaikan penjualan sebesar 11% menjadi 248.857 unit.

Kontribusi Top of Form laba dari bisnis rental naik 12% menjadi Rp69,7 milyar, terutama disebabkan oleh keuntungan yang lebih tinggi dari pelepasan/penjualan armada, diimbangi dengan kenaikan biaya depresiasi dan pinjaman terkait dengan ekspansi dan penggantian armada. Armada rental sedikit meningkat menjadi 8.634 unit.

Perusahaan asosiasi yang 49% sahamnya dimiliki Grup, Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba sebesar Rp197,6 milyar, naik 15% dari tahun lalu utamanya disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari portofolio kredit yang lebih besar. Jumlah pembiayaan baru meningkat sebesar 22% menjadi Rp27,0 trilyun.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →