Dorong Produktifitas, Petani disarankan Mencoba Pupuk Cair Herbal

Oleh : Wiyanto | Kamis, 11 April 2019 - 12:09 WIB

INDUSTRY.co.id

Indramayu – Kapala Bidang Tanaman dan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Akhmad Yani mengatakan, keberhasilan panen raya atas penggunaan pupuk herbal ExtraGen yang dilakukan para petani di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat harus bisa diikuti oleh seluruh petani Indramayu.

“Saya, mewakili pemerintah Indramayu menyatakan selamat dan sukses atas keberhasilan panen raya yang dilakukan para petani di Desa Bugis dengan menggunakan pupuk herbal extragen ini. Disini saya menyarankan juga agar para petani di Indramayu mencoba menggunakan pupuk extragen ini karena memang hasilnya sudah terbukti bagus,”ujar Yani.

Dikatakan Yani, penggunaan pupuk extragen sendiri sebenarnya sudah dilakukan dibeberapa daerah di Indramayu dan kebetulan untuk di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan baru pertama kali.

“Ada beberapa wilayah di Indramayu yang memang sudah menggunakan pupuk extragen ini. Hasilnya para petani menyatakan cocok dan puas dengan pupuk extragen ini,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bengkok Jaya, Suwardi mengaku puas dengan hasil panennya setelah menggunakan pupuk extragen.

“Kami senang sekali dengan hasil panen sekarang. Berkat pupuk extragen panen kali ini menghasilkan padi yang bagus, waras, bening dan bersih (Warningsih),”ungkap Ketua Kelompok Tani Bengkok Jaya Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Suwardi, saat melakukan panen raya, Rabu, 10 April 2019.

Menurut Suwardi, dengan menghasilkan padi Warningsih tersebut, petani padi di Desa Bugis bisa tersenyum. Sebab hasil panen yang dihasilkan sangat menguntungkan.

“Kalau menggunakan pupuk kimia, biasanya panen kami dalam satu hektar hanya bisa menghasilkan 6 ton. Tapi ketika memakai pupuk herbal extragen hasil panen bisa mengalami kenaikan mencapai 8 ton. Ditambah dengan hasil padinya Warningsih tadi,” terangnya.

Pencapaian hasil Panin yang maksimal dengan pupuk extragen, dijelaskan Suwardi tidak lain karena pupuk extragen dapat menangkal serangan hama luar yang menyerang padi dengan dahsyat.

“Jadi dengan menggunakan pupuk extragen ini, tanaman padi kami memang tahan terserang hama. Dampaknya panen pun bisa menghasilkan hasil yang maksimal,” tandasnya.

Diakui Suwardi, penggunaan pupuk extragen sendiri baru pertama kali digunakan kelompok taninya. Bahkan kedepan dengan melihat hasil yang sangat bagus, para petani di Indramayu dianjurkan untuk mencoba pupuk extragen ini.

“Alhamdulilah, untuk hari ini ada sekitar 50 hektar padi yang dipanen. Hasilnya adalah padi Warningsih,” pungkasnya.