Menperin Dorong Pelaku Industri TPT Perluas Investasi di Sektor Permintalan

Oleh : Ridwan | Sabtu, 30 Maret 2019 - 13:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar melakukan investasi di sektor permintalan dengan kapasitas mesin minimal 1 juta mata pintal.

Menurutnya, apabila ini dilakukan, ekspor berupa benang rayon ditargetkan naik hingga 57,6 ribu ton atau senilai USD240,54 juta.

"Saya melihat PT Asia Pacific Rayon (APR) sudah lebih berorientasi kepada kebutuhan fesyen dan terus mengenbangkan rayin untuk kebutuhan technical textile," kata Airlangga saat bertemu dengan para pelaku industri TPT di Jakarta, Jumat (29/3) malam.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi kepada PT Asia Pacific Rayon (APR) dan PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang telah melakukan investasi dalam sektor industri serat rayon untuk meningkatkan kapasitas nasional yang saat ini sebesar 536 ribu ton per tahun. 

PT APR menggulirkan dananya di Riau sebesar Rp11 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang sehingga secara grup totalnya mencapai 7.000 pekerja.  

"Dengan beroperasinya PT APR yang menghasilkan viscose rayon sebesar 240 ribu ton dan PT RUM sebesar 80 ribu ton, maka total kapasitas produksi nasional serat rayon akan menjadi 856 ribu ton per tahun," ungkapnya.

Airlangga menambahkan, pihaknya sedang mendorong sektor manufaktur di Tanah Air dapat terlibat aktif dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi serta kegiatan penelitian dan pengembangan. Bagi perusahaan yang berinvestasi pada dua hal tersebut, pemerintah siap memberikan insentif fiskal berupa super deductible tax.

"Kami telah mengusulkan skema keringanan pajak tersebut, hingga 200 persen untuk industri yang berinvestasi pada pendidikan vokasi, dan sebesar 300 persen bagi yang terlibat dalam kegiatan R&D untuk menciptakan inovasi," jelasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →