WOM Finance Bagikan Dividen 2018 Sebesar Rp18,5 per Saham

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 13 Maret 2019 - 17:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2018 bernilai total Rp64 miliar (Rp18,5 per saham).

“Total dividen 2018 yang akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan tersebut mencapai sekitar 30% dari total laba bersih 2018 yang mencapai Rp215 miliar,” ujar Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (12/03/2019).

Zacharia mengemukakan, dividen tunai itu akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 22 Maret 2019 hingga pukul 16.00 WIB.

“Keputusan manajemen WOM Finance membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2018 tersebut menunjukkan performa kinerja perseroan yang baik dan sekaligus sebagai bentuk optimisme terhadap industri pembiayaan di Indonesia yang senantiasa bakal bertumbuh di masa depan,” papar Zacharia.

Lebih lanjut, Zacharia mengungkapkan, para pemegang saham dalam RUPST tersebut telah menyetujui pembagian dividen tersebut. Di samping itu, mereka juga menyetujui langkah manajemen yang akan mencadangkan dana Rp1 miliar dan diambil dari laba bersih 2018.

“Pencadangan itu untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-Undang no. 40/2007 tentang perseroan terbatas dan pasal 24 Anggaran Dasar Perseroan,” pungkas Zacharia. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →