Produksi Karet Nasional di 2018 Lampaui Target
INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan produksi karet nasional tahun 2018 mencapai 3,76 juta ton. Angka ini melebihi dari target produksi yakni sebesar 3,68 juta ton.
” Ini baru angka sementara tapi tidak jauh dari target. Adapun tahun 2019 ini, target produksi kita naikkan sedikit yakni 3,8 juta ton,” ujar Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyo usai rakortas menko perekonomian di Jakarta, Senin (25/2/2019).
Banyak faktor yang menyebabkan realisasi melebihi target. Beberapa di antaranya, replanting atau penanaman kembali yang terus jalan sejak empat tahun lalu. Selain itu, perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas benih juga membantu realisasi yang bagus.
Untuk replanting, Kasdi menambahkan pemerintah sudah menyetujui untuk menanam 50.000 hektar (ha) per tahun.Namun, luas areal sebesar itu tidak dapat sepenuhnya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seluruhnya. "Kami baru bisa cover 6.000 hektar dengan anggaran Rp 47 miliar," tuturnya.
Sementara itu, sekitar 44.000 ha lainnya akan menggunakan sumber dana lain, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Namun, Kasdi menjelaskan, skema detail belum diputuskan karena masih menunggu kesepakatan antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kasdi juga menegaskan target produksi karet tahun ini juga sudah mempertimbangkan faktor cuaca, termasuk potensi El Nino. Kementan sendiri telah melakukan kajian mitigasi risiko dengan memasukkan unsur cuaca. Apalagi, tanaman perkebunan biasanya cenderung lebih tidak rentan terhadap cuaca dibanding dengan tanaman pangan.
Salah satu tantangan terbesar dalam mencapai target produksi adalah konversi lahan dari petani karet ke komoditas lain. Kasdi mengakui, dinamika harga yang tidak menguntungkan membuat petani mengubah komoditas tanamannya, seperti sawit. "Padahal, karet juga dapat menjadi pendapatan harian," terangnya.
Guna mendukung kesejahteraan petani, Kasdi menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya menyerap hasil produksi para petani lokal. Misalnya, saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah membantu penyerapan komoditas kelapa sawit untuk dijadikan sebagai bahan baku aspal. Kasdi berharap program serupa dapat diterapkan kementerian atau lembaga lain guna menjaga stabilitas harga karet di tingkat petani.