SUGI Gunakan Pinjaman USD41 Juta untuk Kembangkan Wilayah Kerja Lemang

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 27 Februari 2017 - 13:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sugih Energy Tbk (SUGI) akan memperoleh pinjaman dari Mandala Funding (Caymans) Ltd senilai USD41 juta. Pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) di Wilayah Kerja Lemang, Provinsi Jambi. Perseroan, melalui anak usahanya, Eastwin Global Investment Ltd, memegang 34% participating interest di Lemang.

“Kami akan menggunakan pinjaman itu untuk membiayai peningkatan produksi minyak di Lemang menjadi 1.500 barel per hari (bph), terutama di Lapangan Akatra. Itu dilakukan untuk meningkatkan aset di Lemang, sekaligus meningkatkan pendapatan dan nilai saham SUGI,” ujar Supriyanto, Direktur Utama SUGI, dalam acara paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (27/02/2017)

Supriyanto menjelaskan, pelunasan pinjaman tersebut nantinya berasal dari hasil penjualan migas yang diproduksi di Wilayah Kerja Lemang. “Memang, produksi kami di Lemang hingga kini hanya minyak bumi, tetapi kami sudah mendapatkan konsesi untuk migas,” tukas Supriyanto.

Supriyanto menegaskan, Mandala Funding adalah bagian dari Mandala Energy Limited, sebuah perusahaan eksplorasi dan produksi migas yang didukung Kohlberg Kravis Roberts (KKR & Co LP). Mandala Energy telah bermitra dengan Eastwin dalam pengembangan di Lemang, dimana PT Hexindo Gemilang Jaya bertindak sebagai operator,” paparnya.

Supriyanto mengemukakan, kepemilikan Mandala di Wilayah Kerja Lemang sebesar 35% dan Hexindo sebesar 31%. Saaat ini Sugih Energy memiliki empat aset migas dengan skema production sharing contract (PSC) yang seluruhnya berada di daratan Sumatera (on-shore).

Supriyanto menuturkan, pinjaman dari Mandala Funding (Caymans) Ltd senilai USD41 juta itu juga akan digunakan untuk modal kerja di Wilayah Kerja lemang pada 2017. Disamping itu, fasilitas pinjaman ini juga untuk pelunasan utang kepada pihak ketiga.

Supriyanto mengungkapkan, Lemang sudah berproduksi sejak November 2016. Sementara itu, Lapangan Akatara pada 2017 akan mengebor lima sumur pengembangan yang diharapkan bisa memproduksi minyak hingga 1.500 bph pada 2017. Produksi migas dari Lapangan Akatara ditargetkan bisa mencapai puncaknya sebanyak 10.000 bph dalam lima tahun mendatang.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →