Rehat Tengah Hari, IHSG Turun ke Posisi 5.373

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 27 Februari 2017 - 12:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 12 poin, atau 0,2%, ke posisi 5.373,84 pada rehat tengah hari Senin (27/02/2017). IHSG sepanjang sesi perdagangan pertama hari ini bergerak pada kisaran 5.368-5.393.

Penurunan IHSG tersebut karena penurunan harga 332 saham. Sementara itu, sebanyak 125 saham harganya naik dan 119 saham harganya stagnan. Sedangkan 197 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total transaksi pada sesi pertama perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp2,721 triliun dengan volume transaksi sebanyak 7,512 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing membukukan aksi jual saham bersih (net selling) sebesar Rp117 miliar dengan volume transaksi sebanyak 135 juta unit saham.

Sementara itu, indeks sektor perdagangan yang turun 0,79% ke posisi 865 memimpin penurunan IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini. Kemudian diikuti oleh indeks sektor aneka industri dan sektor properti yang masing-masing tergerus 0,77% dan 0,73%.

Saham-saham yang mendorong penurunan IHSG pada sesi perdagangan pertama hari ini dan masuk dalam kategori top losers adalah saham PT PP Property Tbk (PPRO) yang harganya turun Rp12, atau 4,1%, menjadi Rp280 per unit. Kemudian diikuti saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya susut Rp250, atau 3,7%, menjadi Rp6.525 per unit dan saham PT Bank Tabungan Nasional Tbk (BBTN) yang harganya tergerus Rp70, atau 3,3%, menjadi Rp2.080 per unit.

Sedangkan saham-saham yang tergolong top gainers adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya naik Rp16, atau 5,3%, menjadi Rp318 per unit, saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang meningkat Rp40, atau 2,5%, menjadi Rp1.630 per unit dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terangkat Rp60, atau 2,4%, menjadi Rp2.520 per unit.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →