Layani Semua Lapisan dan Jenis Usaha, DANA Manfaatkan Kode QR di Gerai-gerai Konvensional
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Untuk dapat melayani semua lapisan dan jenis usaha, DANA harus mampu mengakomodasi dan berbagai jenis layanan dan transaksi. Untuk itu, pada transaksi dan pembayaran di gerai-gerai konvensional, pengguna dompet digital DANA dapat memanfaatkan kode QR yang sudah tersedia pada aplikasi DANA, baik user-scan-merchant, maupun merchant-scan-user (mobile user based).
Teknologi kode QR pada aplikasi DANA merupakan kode QR pertama di Indonesia yang menggunakan pendekatan user present QRdan telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia.
Melalui pendekatan user present QR, sesama pengguna dapat saling melakukan pemindaian untuk mengirim dana. Kemampuan ini juga dapat dilakukan pada usaha-usaha kecil dan konvensional. Dalam kasus berbeda, toko atau penjual yang menjadi mitra DANA dapat dengan mudah dan cepat memindai kode QR pengguna DANA dengan menggunakan alat pemindai yang terintegrasi dengan mesin POS, atau meminta pembeli melakukan swa-pindai dengan cara mengarahkan kode QR DANA yang terpampang di layar ponsel cerdasnya di atas mesin pemindai QR yang tersedia.
Vince Iswara, CEO DANA mengatakan, inovasi tersebut juga didesain untuk mampu mengantisipasi celah-celah kerentanan terhadap potensi terjadinya kejahatan pembayaran yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab jika aktivitas pemindaian dilakukan oleh pembeli terhadap kode QR milik penjual.
"Kami percaya, tingginya jaminan keamanan dalam bertransaksi dengan menggunakan DANA akan makin menguatkan tingkat kepercayaan pelaku usaha online maupun offline, dan juga masyarakat luas dalam mengadopsi teknologi pembayaran non-tunai dan non kartu secara elektronik,” kata Vince melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (7/12/2018).
Kehadiran terobosan baru ini sekaligus makin mempertegas kesiapan dan kapabilitas DANA sebagai infrastruktur berteknologi terdepan yang dapat diandalkan oleh semua penggerak perekonomian dari berbagai skala usaha dari UMKM hingga skala enterprise, beragam model pendekatan pemasaran online maupun offline, serta masyarakat luas sebagai konsumen, untuk kian menggairahkan ekonomi digital Indonesia melalui terselenggaranya transaksi pembayaran non-tunai dan non kartu yang kian lancar, mudah, cepat, aman, efisien, dan tepercaya.
Teknologi canggih bukan hanya pada User Interface (UI) ataupun User Experience (UX), namun juga pada sisi backend, yaitu proses transaksi, routingdengan bank dan security, serta optimalisasi Data Center. Semua ini adalah infrastruktur canggih untuk memperkuat transaksi nontunai model masa depan.