Pekan Lalu, Frekuensi Transaksi Harian Bursa Efek Indonesia Naik 2,9%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 26 November 2018 - 05:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Di tengah berbagai pelemahan yang ada, frekuensi transaksi perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) masih membukukan kenaikan 2,9% menjadi 392.860 kali transaksi dibandingkan pada satu pekan sebelumnya sebanyak 381.770 kali transaksi.

Itu menunjukkan kegiatan transaksi di BEI hingga akhir pekan lalu masih cukup ramai kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,1% ke posisi 6.006,20 di sepanjang pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya di posisi 6.012,35.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi pada pekan lalu tergerus 3,2% menjadi 9,36 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 9,67 miliar unit saham. Penurunan volume ini mendorong penyusutan rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 10,29% menjadi Rp7,31 triliun dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp8,15 triliun.

Berbagai penurunan komponen yang terkait dengan kinerja BEI seperti yang dijelaskan di atas mengakibatkan terpangkasnya nilai kapitalisasi bursa sebesar 0,06% menjadi Rp6,79 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp6,80 triliun.

Adapun investor asing membukukan pembelian bersih (net buying) senilai Rp94 miliar pada pekan lalu. Sedangkan menurut data perdagangan BEI, investor asing sepanjang tahun ini telah mencatatkan penjualan bersih (net selling) sebesar Rp44,99 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →