Pelabuhan Kuala Tanjung Dorong Industri Sumatera Semakin Berkembang

Oleh : Ridwan | Senin, 20 Februari 2017 - 14:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo telah menetapkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub Internasional. Posisi geografis Sumatera Utara yang berada antara jalur pelayaran Internasional Selat Malaka dan dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand memiliki keunggulan yang strategis.

Berdasarkan data dan analisis Supply Chan Indonesia (SCI), penetapan itu tepat karena pelabuhan tersebut berada pada main trade corridor perdagangan dunia yang menghubungkan Samudera Pasifik, Laut China Selatan dan Samudera Hindia.

"45% dari seluruh komoditas dan produk yang diperdagangkan di dunia dengan nilai US$1.500 triliun per tahun dikapalkan melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)" ungkap Chairman Supply Chan Indonesia, Setiadji lewat pesan singkatnya kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (20/2/2017).

Penetapan pelabuhan kuala tanjung sebagai hub Internasional berpotensi memberikan manfaat baik secara regional maupun nasional. Pelabuhan itu berpotensi mendorong pengembangan industri di Sumatera, terutama untuk industri yang berbasis pertanian dan perkebunan.

"Pembangunan pelabuhan itu juga berpotensi mendorong pengembangan sektor perikanan di wilayah Sumatera dengan potensi sebanyak 1,76 juta ton per tahun atau sekitar 29% dari potensi perikanan Indonesia," tambahnya.

Pengembangan kawasan industri di Sumatera diperlukan untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi agar tidak hanya terpusat di Jawa.

"Pada saat ini, penyebaran industri secara nasional terpusat di pulau Jawa, terutama kawasan-kawasan industri di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cikampek, Karawang dan sekitarnya. Serta di Semarang, Surabaya dan sekitarnya," tutup Setiadji.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →