Harga Saham JSMR Berpotensi ke Level Rp6.000 per Unit

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 20 Februari 2017 - 11:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ditargetkan mencapai Rp6.000 per unit. Dibandingkan dengan harga penutupan pada Jumat (17/02/2017) pekan lalu sebesar Rp4.700 per unit, maka harga saham operator jalan tol berstatus BUMN tersebut berpotensi menguat sekitar 22%. Demikian diungkapkan, Kiswoyo Adi Joe, analis Recapital Securities.

“Harga JSMR saat ini baru di kisaran Rp4.700-an per unit. Jika telah menembus Rp5.000 per unit, maka harga saham JSMR diperkirakan bakal mengalami kenaikan yang cepat hingga menyentuh harga Rp6.000 per unit,” papar Kiswoyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/02/2017).

Kiswoyo menjelaskan, penurunan harga saham JSMR pada pekan lalu disebabkan oleh aksi jual investor asing. Menurut data BEI, sepanjang periode perdagangan 1-17 Februari 2017, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buying) saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebanyak 15 juta unit, atau sekitar 9% dari total volume transaksi JSMR di periode tersebut sebanyak 168 juta unit.

Data tersebut mengindikasikan, total volume terbesar investor asing yang mengakumulasi JSMR terjadi pada 9 Februari 2017 sebanyak 12,425 juta unit. Sedangkan total volume tertinggi mereka ketika menjual JSMR terjadi pada 16 Februari 2017 sebanyak 2,403 juta unit. Sementara itu, harga JSMR di sepanjang periode tersebut ditransaksikan antara Rp4.210-4.830 per unit.

Per Desember 2016, laba Jasa Marga tercatat sebesar Rp1,89 triliun, tumbuh 28,57% dibanding pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,47 triliun. Pertumbuhan laba bersih itu didorong oleh peningkatan pendapatan JSMR pada 2016 sebesar 69,14% menjadi Rp16,66 triliun dibanding pada tahun sebelumnya senilai Rp9,85 triliun.

Adapun kontributor pendapatan terbesar berasal dari kegiatan konstruksi sebesar Rp7,83 triliun. Jika dibandingkan pada 2015 sebesar Rp2,22 triliun, maka pendapatan dari kegiatan konstruksi tersebut pada 2016 melesat sekitar 253%.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →