Ekspor Suzuki Hingga September 2018 Capai 484.023 unit

Oleh : Ridwan | Selasa, 30 Oktober 2018 - 19:20 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Suzuki Indomobil Motors (SIM) semakin berkontribusi terhadap industri otomotif di Indonesia dengan terus meningkatkan kinerja ekspornya. 

Sejak tahun 1976, perusahaan ini sudah memproduksi sebanyak 2,5 juta unit kendaraan roda empat dan sejak 1993 telah melakukan ekspor dalam bentuk CBU dan CKD ke berbagai negara. 

Kegiatan ekspor mobil Suzuki telah dimulai sejak tahun 1993 lewat Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana yang menjadi produk ekspor pertama Suzuki Indonesia.

Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Karimun (2001), Escudo (2003), APV (2005), Swift (2009), Baleno (1998), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015), Address/CBU (2009). 

Selama 25 tahun, produk Suzuki berupa CBU dan CKD yang telah diekspor ke berbagai negara mencapai 484.023 unit per September 2018. 

Tidak hanya mobil, Suzuki juga melakukan ekspor sepeda motor yang telah dimulai sejak tahun 2012. Model pertama yang diekspor Suzuki antara lain Satria FU150, Smash FI, Nex, dan Let's dan bentuk CBU. Kemudian pada tahun 2014, Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor CBU GSX Series.

Sedangkan ekspor dalam bentuk CKD dimulai tahun 2012 dengan produk Shogun 125, Satria FU150, Raider (Youngstar), Thunder 125, Shooter, Nex, dan Let's. Total hingga September 2018, sebanyak 699.481 unit sepeda motor baik CBU dan CKD telah diekspor Suzuki ke-39 negara.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →