Menkominfo Dorong Inisiatif Atasi Ketimpangan Ekonomi Dengan Digital

Oleh : Ridwan | Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bali Ekonomi digital menjadi salah satu fokus pembahasan perwakilan negara-negara dan pengusaha yang hadir dalam Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018, karena potensi Indonesia yang besar sebagai kekuatan ekonomi digital.

Dalam pertemuan ini,  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan menjadi pembicara dan mendorong inisiatif untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dengan ekonomi digital. 

“Contoh kehadiran ojek online bisa meningkatkan perekenomian mereka yang semula bekerja sebagai tukang ojek konvensional. Kalau Anda pintar masak, tak perlu lagi sewa tempat untuk jualan. Jualan saja lewat online,” kata Rudiantara di Nusa Dua, Bali (10/10/2018).

Rudiantara menjelaskan ekonomi digital menjadi penting, karena saat ini cara hidup orang sudah berubah menjadi serba digital.

“Dulu orang bawa uang kemana-mana, sekarang yang dibawa terus adalah ponsel. Dulu bila ingin sayuran segar orang ke pasar. Sekarang sayur bisa dibeli lewat ponsel,” katanya.

Contoh lainnya, lanjut Rudiantara, bila terjadi bencana alam seperti di Palu beberapa waktu lalu, banyak penggalangan dana dilakukan dengan menggunakan kardus. Tapi, saat ini sudah ada sejumlah aplikasi yang berfungsi untuk menggalang dana bantuan dari masyarakat.

“Semua aktivitas ekonomi sudah digital,” katanya.

Sementara itu, untuk mendorong peningkatan potensi ekonomi digital di Indonesia pemerintah terus mendorong bertumbuhnya start up. Para pengusaha start up kemudian didorong lagi menjadi unicorn.

“Peranan pemerintah sudah berubah, dari yang semula sebagai regulator, kini menjadi fasilitator. Dan kami memfasilitasi kelahiran start up menjadi unicorn dengan Next Indonesia Unicorn,”  pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →