Bank BTN Kanwil VI Jawa Tengah dan Yogyakarta Resmi Dioperasikan

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 01 Oktober 2018 - 15:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Semarang – Bank BTN mengoperasikan secara resmi Kantor Wilayah VI Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebelumnya kantor ini berada di bawah pengawasan Kanwil II. Setidaknya Kanwil VI ini nantinya akan membawahi 649 outlet yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Maryono, Direktur Utama Bank BTN, mengemukakan, Jawa Tengah memiliki potensi untuk berkembang luar biasa. Provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 34,2 juta jiwa (data BPS 2017) memberikan peluang bagi berkembangnya sektor properti yang sangat prospektif bagi Bank BTN.

Pemilihan Kendal sebagai pilot project dari KPR BTN Mikro dengan skema ABCG tidak lepas dari besarnya potensi wilayah di Jawa Tengah.

Maryono menambahkan latar belakang pembukaan Kanwil VI juga dalam rangka peningkatan efisiensi, fokus bisnis di KPR dan kemudahan dalam koordinasi.

“Kami di Semarang juga membuka smartbranch yang mengedepankan digitalisasi dalam layanan perbankan. Smart branch ini merupakan yang kedua bagi Bank BTN,” kata Maryono usai meresmikan Kanwil VI bersama jajaran Pemda Jawa Tengah di Semarang.

Kehadiran smartbranch ini diharapkan akan meningkatkan layanan perbankan bagi masyarakat khususnya nasabah Bank BTN, seperti menabung, mengajukan kredit maupun berinteraksi dengan customer service.

Sebagai langkah awal kehadirannya di wilayah Jawa Tengah, Kanwil VI Bank BTN menggelar akad KPR Subsidi massal yang diikuti oleh sekitar 500 debitur.

“Penguatan bisnis KPR saya minta menjadi fokus utama Kanwil VI sekaligus menjadi wakil dari manajemen untuk membantu program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat,” pungkas Maryono. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →