Sunprima Nusantara Terbitkan MTN Bernilai Rp105 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 13 Februari 2017 - 12:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Sunprima Nusantara Pembiayaan menerbitkan obligasi bernilai Rp105 miliar berbentuk Medium Term Notes (MTN). Obligasi berjangka waktu satu tahun tersebut akan diterbitkan pada 14 Februari 2017 dan akan jatuh tempo pada 24 Februari 2018.

Menurut pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (13/02/2017), kupon obligasi itu akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Pembayaran kupon pertama akan dilaksanakan pada 14 Mei 2017.

Selain itu, data KSEI juga mengindikasikan ada sekitar 57 MTN yang akan jatuh tempo pada 2017 yang terhitung sejak pertengahan Februari ini. Total nilai MTN yang akan jatuh tempo tercatat sebesar Rp8,87 triliun. Akan tetapi, jika ditinjau dari awal 2017, maka total nilai MTN yang jatuh tempo tersebut tercatat sebesar Rp9,28 triliun. Dengan demikian, pada Januari 2017 lalu, total MTN yang jatuh tempo tercatat sekitar Rp41 miliar.

Pada sisi lain, catatan Bisnis.com menunjukkan berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat ada sekitar 57 MTN yang akan jatuh tempo sepanjang 2017 terhitung sejak hari ini. Adapun, besarnya mencapai Rp8,87 triliun. Bila dilihat sejak awal Januari 2017, ada sekitar Rp9,28 triliun MTN yang jatuh tempo.

Diantara MTN yang akan jatuh tempo sepanjang Februari-Desember 2017 tersebut, MTN PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Tahap I/2016 bernilai paling besar, yakni sebesar Rp1,92 triliun. MTN tersebut akan jatuh tempo pada 21 September 2017. Kemudian diikuti oleh MTN PT Saratoga Investama Sedaya Tbk senilai Rp725 miliar. MTN itu diterbitkan pada 2014 dan akan jatuh tempo pada 24 Oktober 2017.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →