Pertamina Kuasai WK SES, Jumlah Produksi dan Pendapatan Saka Energi Diperkirakan Bakal Menurun

Oleh : Hariyanto | Kamis, 06 September 2018 - 18:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan, jumlah produksi dan pendapatan PT Saka Energi Indonesia akan menurun pasca PT Pertamina (Persero) menguasai 100% wilayah kerja Southeast Sumatera (WK SES).

Pada 16 Januari 2014, PT Saka Energi Indonesia melalui anak perusahaan PT Saka Energi Sumatera (SES) menjadi pemegang 8,90% partisipasi interes pada wilayah kerja Southeast Sumatera (WK SES).

Dengan demikian, struktur pemegang partisipasi intere WK SES adalah CNOOC SES Ltd sekitar 65,54%, PT Pertamina Hulu Energi OSES sebanyak 20,55%, Kufpec Indonesia (SES) BV memiliki 5%.

"Mengingat kontrak kerja sama WK SES berakhir pada 5 September 2018, pemegang partisipasi interes mengajukan proposal perpanjangan KKS WK SES kepada pemerintah pada tanggal tersebut," tutur Sekretaris Perusahaan, Rachmat Hutama, dalam keterbukaan informasi BEI pada Kamis (6/9/2018).

SKK Migas melalui surat nomor: SRT-004/SKKO000/2017/S1 tanggal 18 Januari 2017, menyampaikan bahwa pemerintah melalui surat Menteri ESDM Nomor 358/13/MEM.M/2017 tanggal 6 Januari 2017 perihal pengelolaan wilayah kerja Southeast Sumatera Pasca 5 September 2018 telah memutuskan KKS WK SES berakhir pada 5 September 2018 dan tidak diperpanjang.

Pemerintah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola WK SES pasca 5 September 2018. "Dengan berakhir dan tidak diperpanjangnya KKS WK SES, maka akan berdampak pada penurunan jumlah produksi dan pendapatan bagi Saka Energi," katanya.(imq)

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →