Rehat Tengah Hari, Indeks Harga Saham Gabungan Terpangkas ke Posisi 6.010

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 29 Agustus 2018 - 13:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,53% atau 32 poin ke posisi 6.010 pada sesi pertama perdagangan Rabu (29/08/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.042.

Pelemahan indeks pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh penurunan harga 204 saham. Selain itu, ada 147 saham turun, 120 saham stagnan dan 183 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 6.003-6.035.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,56 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,68 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp880,05 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp296,88 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 53,67 juta lot saham, hasil dari 180.871 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih sebesar Rp207,68 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 503.434 lot saham.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoral melemah. Indeks sektor keuangan mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,27% atau 14,01 poin ke posisi 1.092. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing tergerus 0,63% dan 0,57%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah BBNI yang harganya turun 2,54% atau Rp200 menjadi Rp7.675 per unit, BBRI yang harganya tergerus 2,4% atau Rp80 menjadi Rp3.250 per unit dan TPIA yang harganya susut 2,37% atau Rp125 menjadi Rp5.150 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah LPPF yang harganya naik 10,45% atau Rp700 menjadi Rp7.400 per unit, ELSA yang harganya terangkat 4,39% atau Rp16 menjadi Rp380 per unit dan PGAS yang harganya meningkat 3,88% atau Rp80 menjadi Rp2.140 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →