Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 6.042

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 28 Agustus 2018 - 17:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,28% atau 16 poin ke posisi 6.042 pada akhir perdagangan Selasa (28/08/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.025.

Penguatan indeks tersebut ditopang oleh kenaikan harga 185 saham. Selain itu, ada 204 saham turun, 145 saham stagnan dan 119 saham tidak ditransaksikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.023-6.065.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp7,48 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,7 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,77 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp204,56 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 93,33 juta lot saham, hasil dari 409.451 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih senilai Rp800,83 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 771.083 lot saham.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor infrastruktur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,85% atau 18,99 poin ke posisi 1.048. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertambangan dan indeks sektor konsumer yang masing-masing tumbuh 0,78% dan 0,57%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah ITMG yang harganya naik 7,24% atau Rp1.875 menjadi Rp27.775 per unit, TPIA yang harganya terangkat 5,5% atau Rp275 menjadi Rp5.275 per unit dan INDY yang harganya meningkat 4,3% atau Rp130 menjadi Rp3.150 per unit.

Saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah INDF yang harganya susut 3,37% atau Rp225 menjadi Rp6.450 per unit, ASII yang harganya tergerus 2,97% atau Rp225 menjadi Rp7.350 per unit dan MNCN yang harganya turun 2,6% atau atau Rp25 menjadi Rp935 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →