MAMI Salurkan Dana Purifikasi untuk Renovasi Sekolah Dasar Negeri di Serang

Oleh : Wiyanto | Kamis, 23 Agustus 2018 - 11:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Serang – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)  melakukan seremoni pengguntingan pita, menandakan telah selesainya program renovasi SDN Sukarena di Desa Cemplang, Ciomas, Serang, Banten.

Program renovasi sekolah yang berlangsung selama dua bulan ini menghabiskan biaya sejumlah lebih dari Rp 285 juta yang dibiayai dari dana purifikasi reksa dana Manulife Syariah Sektoral Amanah.  Pada hari dan di wilayah yang sama, di Desa Cemplang, MAMI juga menggelar kegiatan sosial Tebar Kurban Tebar Kebahagiaan.  Dalam program ini, MAMI tidak hanya memberikan hewan kurban dari perusahaan, tetapi juga turut melibatkan peran serta karyawannya untuk ikut berbagi hewan kurban dengan masyarakat di Desa Cemplang. 

“Dalam pengelolaan reksa dana syariah, ada kemungkinan reksa dana tersebut menerima pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah.  Pendapatan tersebut akan langsung dikeluarkan dari portofolio, sesuai dengan aturan pengelolaan reksa dana syariah.  Dana yang berasal dari hasil pembersihan atau purifikasi inilah yang kemudian kami salurkan untuk kepentingan umum.  Tahun ini kami menyalurkan dana purifikasi untuk merenovasi SDN Sukarena di Serang.” ujar Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI di Serang, Banten (23/8/2018).

Lebih lanjut Legowo mengatakan, pihaknya ingin dana ini disalurkan ke pihak yang tepat.  Oleh karena itu, MAMI bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika (Dompet Dhuafa) dalam program penyaluran dana purifikasi.  Dompet Dhuafa bertugas menyeleksi dan mengajukan beberapa alternatif program yang tepat di berbagai wilayah Indonesia untuk menerima dana purifikasi.

Iwan Ridwan, Direktur Utama Dompet Dhuafa mengatakan, SDN Sukarena memiliki lima kelas, namun, hanya tiga kelas yang berfungsi untuk kegiatan belajar-mengajar.  Dua kelas lainnya dalam kondisi rusak parah, baik di sisi atap, dinding, maupun lantai.  Karena kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan murid dan guru, maka kedua kelas tersebut terbengkalai selama bertahun-tahun, tidak digunakan sama sekali oleh pihak sekolah. 

"Melalui program purifikasi reksa dana syariah kelolaan MAMI, kami merenovasi bangunan sekolah selama dua bulan, mulai dari bulan Juni hingga Agustus 2018.” katanya.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →