Semester I 2018, Laba Bersih PGN Melonjak 190,21 Persen

Oleh : Ridwan | Selasa, 21 Agustus 2018 - 19:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, perusahaan distribusi dan infrastruktur gas bumi yang 56,96% sahamnya dikuasai PT Pertamina (Persero), membukukan laba bersih US$145,94 juta pada semester I 2018, melonjak 190,21% dibanding periode yang sama 2017 sebesar US$50,28 juta.

Kenaikan laba bersih didorong peningkatan pendapatan 14,98% menjadi US$1,62 miliar dibanding semester I 2017 sebesar US$1,41 miliar. Serta keberhasilan menekan beban administrasi dan umum, beban keuangan dan tidak lagi mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas yang pada semester I 2017 tercatat sebesar US$16,72 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Selasa (21/8), pendapatan PGN sebagian besar berasal dari segmen distribusi gas, baik ke pihak berelasi maupun pihak ketiga yang mencapai US$1,26 miliar pada enam bulan pertama 2018, dibanding periode yang sama tahun lalu US$1,16 miliar.

Selain itu, penjualan minyak dan gas dari anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia ikut mendorong kenaikan pendapatan PGN.

Penjualan migas tercatat US$307,77 juta, naik dibanding semester I 2017 sebesar US$212,22 juta. PGN juga tercatat mendapat pendapatan dari segmen transmisi gas, sewa fiber optik, pendapatan keuangan dari sewa pembiayaan dan lain-lain.

PT PLN (Persero) dan entitas berelasi dengan pemerintah tercatat menjadi kontributor utama pendapatan PGN, yakni masing-masing sebesar 23,14% dan 17% dari total pendapatan.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok PGN ikut naik 12,2% menjadi US$1,15 miliar dibanding periode enam bulan 2017 sebesar US$1,03 miliar.

Dengan kenaikan beban pokok yang lebih rendah dibanding pendapatan, PGN berhasil membukukan kenaikan laba kotor 22,54% menjadi US$464,13 juta pada semester I 2018 dibanding periode yang sama tahun lalu US$378,76 juta.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →