Pasca Gempa Lombok, Sebanyak 525 Base Stations Sudah Behasil Dipulihkan

Oleh : Ridwan | Selasa, 21 Agustus 2018 - 15:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejak peristiwa gempa bumi 7.0 SR pada Minggu, 19 Agustus 2018, pukul 21.56 WIB terjadi di  Timur Pulau Lombok dan runutan gempa berikutnya, pada Hari Selasa (21/08/2018) pukul 13:00 WIB, sebanyak 525 base stations site 2G, 3G dan 5G sudah bisa dipulihkan.

Upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama operator telekomunikasi untuk memulihkan 419 base stations masih terkendala pasoka listrik dari PLN akibat pemadaman bergilir.

Beberapa base stations juga tidak bisa digunakan karena pasokan daya dari baterei habis, sementara upaya penggantian baterei terkendal akses jalan yang tidak mudah ditempuh ke lokasi base stations.

Operator telekomunikasi telah melakukan penambahan mobile BTS untuk di NTB dan Bali. Selain itu juga dilakukan penggantian baterei dan mobilisasi genset portable.

Berdasarkan pantauan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Kelas II Mataram di NTB, hingga siang ini tercatat, base stations yang tidak bisa digunakan sebarannya sebagai berikut 308 unit base stations di Lombok Timur, 67 unit di Lombok Tengah dan 25 unit di Lombok Utara. Sementara itu di Lombok Barat terdapat 9 unit bases stations, Kota Mataram 6 unit dan kabupaten/kota lainnya 4 unit base stations. 

Tim dari Jaringan Radio Komunitas Indonesia dilaporkan sudah berada di Mataram, NTB. Mereka akan mendirikan radio darurat di Kabupaten Lombok Utara. Radio akan membantu penyebaran informasi tentang penanganan bencana gempa bumi di Lombok.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →