Kominfo Kirim Tambahan 34 Telepon Satelit untuk Koordinasi Penanganan Bencana di Lombok

Oleh : Ridwan | Senin, 20 Agustus 2018 - 10:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika mengirimkan tambahan 34 unit telepon satelit untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi penanganan bencana.

Perangkat yang akan dikirimkan hari ini, Senin (20/08/2018) itu akan melengkapi perangkat telepon satelit yang telah dikirimkan sebelumnya dan sudah operasional menjadi 50 unit. 

"Hari ini Tim BAKTI akan membawa 34 telepon satelit tersebut ke Lombok. Sementara saat ini di Lombok kami telah tempatkan 16 telepon satelit", kata Anang Latif, Dirut BAKTI.

Menurut Dirut BAKTI penambahan itu dilakukan sesuai arahan Menteri Kominfo Rudiantara. "Semalam, usai kejadian gempa bumi, Pak Menteri langsung menginstruksikan agar kami menambah dukungan telepon satelit beserta pulsanya yang mencukupi," jelas Anang Latif.

Pasca gempa bumi 7.0 SR dengan pusat di bagian barat Sumbawa Barat, Minggu (19/08/2018) sejumlah kawasan di Pulau Lombok kembali terdampak.

Aliran listrik di Lombok Timur dan Lombok Utara dilaporkan padam. Padamnya aliran listrik berpotensi memengaruhi operasional base station atau BTS yang ada di Pulau Lombok.

Gempa susulan yang masih berlangsung juga membutuhkan dukungan sarana telekomunikasi agar koordinasi penanganan dampak bencana berlangsung lebih cepat.

Distribusi telepon satelit tersebut akan dikoordinasikan oleh Koordinator Lapangan Kemkominfo di Lombok yaitu I Komang Sudiarta, Kepala Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram yang beralamat di Jalan Singosari No 4 Mataram. Tlp.0370646411. Fax. 0370 648740.

Selain memberikan bantuan telepon satelit, saat ini BAKTI Kominfo juga tengah melakukan monitoring kondisi VSAT Portable yang digunakan untuk mendukung kebutuhan jaringan internet di media center yang ada di Kantor Gubernur dan Kantor Bupati Lombok Barat. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →