Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Naik ke Posisi 6.093

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,46% atau 28 poin ke posisi 6.093 pada sesi pertama perdagangan Jumat (10/08/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.065.

Penguatan IHSG itu ditopang oleh kenaikan harga 214 saham. Selain itu, ada 142 saham turun, 130 saham stagnan dan 165 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 6.081-6.107.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,22 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,83 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp387,10 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp15,85 juta.

Total volume perdagangan mencapai sebanyak 39,80 juta lot saham, hasil dari 191.191 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih bernilai Rp281,84 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 961.069 lot saham.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral BEI naik. Indeks sektor properti mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 1,1% atau 4,95 poin ke posisi 457. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor konsumer yang masing-masing meningkat 0,85% dan 0,53%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah BRPT yang harganya meningkat 6,1% atau Rp115 menjadi Rp2.000 per unit, LPPF yang harganya terangkat 4,23% atau Rp275 menjadi Rp6.775 per unit dan WIKA yang harganya meningkat 3,96% atau Rp65 menjadi Rp1.705 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah MNCN yang harganya turun 2,42% atau Rp25 menjadi Rp1.010 per unit, INKP yang harganya terpangkas 2,33% atau Rp450 menjadi Rp18.900 per unit dan INCO yang harganya susut 1,6% atau Rp70 menjadi Rp4.310 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →