BINA Berharap Tambahan Modal Rp703 Miliar dari PUT II

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 07 Februari 2017 - 12:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) kedua dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue melalui penerbitan 2,93 miliar saham baru bernilai nominal Rp100 per unit.

Menurut pengumuman tertulis, Selasa (07/02/2017), saham-saham baru tersebut akan ditawarkan sebesar Rp240 per unit. Saham baru ini dapat dibeli oleh investor yang memegang setiap 1.000 unit saham lama dan berhak memperoleh 1.075 HMETD.

Setiap HMETD memberikan hak kepada pemegang saham tersebut untuk membeli 1 unit saham baru bernilai Rp240 per unit. Pembayaran harus dilakukan sepenuhnya pada saat mengajukan formulir pemesanan dan pembelian saham.

Total saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini mencapai sekitar 51,81% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan aksi korporasi ini bernilai nominal Rp100 per unit. Jumlah dana yang diterima BINA dari PUT II ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp703,05 miliar.

Adapun, Oki Widjaja dan PT Philadel Terra Lestari sebagai pemegang saham pengendali telah menyatakan tidak akan melaksanakan dan akan mengalihkan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II.

Oki Widjaja akan mengalihkan sebanyak 117,22 juta HMETD kepada Xtera Pte. Ltd dan PT Philadel Terra Lestari akan mengalihkan sebanyak masing-masing 292,94 juta HMETD kepada PT Equator Capital Partners dan PT Indolife Pensiontama.

Dana hasil PUT II ini akan digunakan untuk meningkatkan modal inti BINA serta untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan meningkatkan daya saing melalui peningkatan pelayanan perbankan melalui penerbitan jasa layanan dan/atau produk bank yang lebih bervariasi kepada nasabah.

Seiring dengan bertumbuhnya kegiatan usaha, maka kinerja perseroan diharapkan akan meningkat dan memberikan nilai positif bagi pemegang saham.***

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →