Korban Gempa Lombok Utara Nyaris Terisolasi

Oleh : Wiyanto | Selasa, 07 Agustus 2018 - 07:26 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -

NTB-Didera gempa Magnitudo 6,4 pada 29 Juli dan M-7,1 pada Ahad (5/8) petang, Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serasa luluh lantak. Akibat gempa utama Minggu itu, sedikitnya 98 warga tewas dan ratusan terluka. Ribuan bangunan runtuh, menyebabkan ribuan orang menjadi pengungsi di berbagai wilayah.

Warga kedinginan, kelaparan, dan banyak yang membutuhkan pengobatan, demikian Agung Gumelar, koordinator lapangan (korlap) posko LAZNAS Dewan Dakwah, melaporkan dari Lombok Utara, Selasa (7/8) dini hari tadi.

Aliran listrik mati, sinyal ponsel payah, dan akses jalan darat yang lumpuh karena tertimbun longsor, retak, dan jembatan amblas, membuat para pengungsi di Lombok Utara nyaris terisolasi. Mobil tidak bisa masuk maupun keluar, sedang motor harus bermanuver menghindari reruntuhan, timbunan longsor, retakan, serta jalan amblas.

Beroperasi sejak 1 Agustus 2018, posko utama LAZNAS Dewan Dakwah berada di Pondok Pesantren Baabul Mujahidin di Dusun Bayan Barat, Desa Bayan Beleq, Kec Bayan, Kab Lombok Utara.

Kami hanya menemukan satu kedai kelontong yang masih buka dan terjangkau. Di situlah kami membeli bahan pangan untuk melayani warga pengungsi, ungkap Agung yang sudah empat hari di posko.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →