Empat Saham Berpotensi Alami Profit Taking pada Perdagangan Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 Agustus 2018 - 09:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, merekomendasikan BELI terhadap empat saham pilihan yang ditetapkannya untuk perdagangan akhir pekan ini. Pasalnya, keempat saham tersebut adalah saham-saham yang dapat dikenakan aksi ambil untung (profit taking).

Adapun keempat saham yang dimaksud adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

“Tiga dari empat saham yang direkomendasikan hari ini adalah saham-saham BUMN. Pasalnya, saham-saham BUMN sangat baik untuk diakumulasi ketika indeks dalam tren penurunan,” ujar Yuganur di Jakarta, Jumat (03/08/2018).

Yuganur mengungkapkan, CPIN direkomendasikan untuk profit taking di kisaran harga Rp5.050-5.150 per unit. CPIN boleh dibeli pada kisaran Rp4.620-4.520 per unit. Akan tetapi saham tersebut disarankan untuk cut-loss pada level harga Rp4.440 per unit.

“Target profit taking untuk BBTN berada di rentang harga Rp2.590-2.690 per unit. Saham bank BUMN tersebut dapat diakumulasi pada kisaran harga Rp2.360-2.290 per unit. Saham tersebut disarankan untuk cut-loss di level harga Rp2.240 per unit,” papar Yuganur.

Yuganur menuturkan, JSMR dikenakan profit taking pada kisaran harga Rp5.020-5.250 per unit. Saham BUMN operator jalan tol itu boleh diakumulasi pada rentang harga Rp4.810-4.760 per unit. Saham itu disarankan cut-loss di posisi harga Rp4.690 per unit.

“Kalau WTON cukup baik dikenakan profit taking di kisaran harga Rp439-457 per unit. Saham BUMN yang merupakan produsen beton pracetak tersebut boleh dibeli di rentang harga Rp412-407 per unit. Akan tetapi jika harganya mencapai Rp397 per unit, maka lebih baik cut loss,” pungkas Yuganur.

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →