Chairman Jababeka Ingin Pengembangan KEK Tanjung Api Api Jadi Kota Baru di Sumsel

Oleh : Ridwan | Kamis, 02 Agustus 2018 - 22:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Palembang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api bakal menjadi kota baru di Sumatera Selatan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2014, KEK seluas kurang lebih 4 ribu haktar (Ha) tersebut akan digunakan untuk zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, dan zona energi.

SD Darmono selaku Chairman and Founder Jababeka mengatakan, pengembangan kota baru ini memerlukan banyak campur tangan pihak lain. Tidak bisa dilakukan sendiri oleh Jababeka karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

"Membangun kota baru diperlukan banyak hal seperti infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, listrik dan lain sebagainnya," kata SD Darmono ketika menjadi pembicaraan dalam kegiatan Indonesia Ecomonic Forum di hotel Aryaduta Palembang, Kamis (2/8/2018).

Dikatakannya, Jababeka memberikan pengalaman dan inspirasi teman-teman Indonesia karena menjadi founder menyiapkan kota baru.

Penelitian menyatakan saat ini anak muda Indonesia lebih memilih ingin tinggal di kota karena kehidupannya tidak bisa terpisahkan dengan WiFi, AC dan dunia digital.

Itulah sebabnya Jababeka mengembangkan kota baru atau kota satelit yang dikembangkan dari kawasan pinggiran kota.

"Seperti di Sumatera Selatan, kota baru yang akan kita bangun di Tanjung Api-api tapi untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerjasama semua pihak karena kami biasanya membangun dari nol," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengatakan, pemerintah Sumatera Selatan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melalui dua strategi yaitu Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api; dan Pariwisata yang antara lain mengusung tema Sport Tourism untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai Provinsi Olahraga berskala internasional.

“Pengembangan KEK Tanjung Api-Api dengan deep sea port Tanjung Carat akan menjadi outlet bagi produk Sumber Daya Alam Sumsel. Kawasan industri sebagai tempat hilirisasi untuk batubara, karet, sawit dan sumber daya alam Sumatera Selatan, sehingga kedepan bukan lagi sebagai pengekspor bahan mentah atau setengah jadi serta Sumsel akan mengekspor melalui pelabuhan milik Provinsi Sumsel,” pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →