Waspada, Ancaman Flu Burung Baru H9N2
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Baru-baru ini Kementerian Pertanian dan FAO ECTAD Indonesia mengumumkan akan ancaman pandemic di sektor perunggasan nasional, salah satunya yaitu temuan jenis virus flu burung baru di Indonesia H9N2 yang bersifat "low pathogenic avian influenza" (LPAI) atau penyakit flu burung tidak membahayakan manusia sejak awal 2017.
Virus ini dapat menurunkan produksi, terutama pada peternak ayam petelur hingga 70%.Untuk itu, Kementan bersama dengan FAO ECTAD Indonesia dan sejumlah lembaga lainnya telah mengambil sejumlah langkah aktif dalam mengendalikan flu burung termasuk aktivitas lain untuk mendorong para peternak menghasilkan produk unggas yang sehat bagi masyarakat.
"Kita menghadapi tantangan penurunan produksi telur akibat H9N2. Di sisi lain, kita juga kesulitan untuk memproduksi vaksin. Dahulu untuk virus flu burung jenis H5N1 (bersifat highly pathogenic), kita lebih mudah memproduksi vaksinnya. Namun, untuk virus H9N2 ini sulit untuk ditumbuhkan dan dibuatkan vaksin, tapi sangat merugikan peternak karena menurunkan produksi telur," ujar Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar S di Jakarta, Jumat (6/7/2018)
Selain H9N2, Fajar menjelaskan mendapat banyak laporan terkait kematian terutama pada peternakan ayam broiler.
"Muncul berbagai dugaan penyabab timbulnya kasus-kasus tersebut, apakah hanya karena infeksi tunggal dari suatu jenis penyakit atau melibatkan infeksi bersama dan permasalahan lainnya seperti manajemen pakan, vaksinasi, biosekuriti dan sebagainya," ujar dia.
Untuk itu, Fajar mendorong para peternak agar bisa memperbaiki pengelolaan kandang, sebagai usaha terbaik untuk mencegah infeksi virus dan kuman pada unggas.
"Perhatian kami yang lain, yaitu terkait penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan (antibiotic growth promotor/AGP) di sektor perunggasan. Ini sudah dilarang, di seluruh dunia, dan kami sudah yakinkan para peternak bahwa AGP hanya memberi keuntungan jangka pendek, tapi sangat merugikan untuk jangka panjang," jelasnya.