Menkominfo: Indonesia Butuh Coder dan Ahli Big Data Analisys

Oleh : Ridwan | Jumat, 06 Juli 2018 - 11:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia membutuhkan banyak sumberdaya manusia untuk menjadi coder dan ahli big data analysis. Oleh karena itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak untuk memetakan kebutuhan dan kolaborasi meningkatkan kompetensi generasi muda.

"Selain coder, kita butuh juga ahli big data analysis. Kita perlu menghitung berapa ahli big data analysis yang kita miliki dan butuhkan," katanya di Jakarta (6/7/2018).

Menurutnya, dua keahlian itu dibutuhkan untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.

"Kita memerlukan SDM yang mengetahui coding, bahkan di Singapura, coding sudah diajarkan sejak dari TK," jelas Rudiantara.

Menkominfo menyontohkan upayanya bersama sejumlah pihak membuat homeschooling coding. Ia menyebut pembekalan anak muda tidak harus melalui pendidikan formal.

"Kita tidak boleh hanya andalkan pendidikan formal. Saat ini kita mempunyai peta okupasi kompetensi, tapi so what? Saya tidak sabaran jadi saya membuat homeschooling coding," tandasnya. 

Rudiantara juga mengajak semua pihak yang ingin bekerja sama membantu homescooling coding dimana siswa yang bergabung disana berusia 15 tahun, jadi saat berumur 18 bisa menjadi coder. 

“Saya mengajak semua patungan untuk homescooling coding. Kurikulumnya diambil dari google ambasador Indonesia, dan nanti magangnya bisa di kantornya Nadiem (Red. CEO Go-Jek),” katanya.

Menteri Rudiantara menegaskan upaya mendidik anak muda agar memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi harus dilakukan dengan cara-cara baru. 

“Kita perlu kerja keroyokan jangan bergantung pada hal formal. Kita keluar dari pakem, aturan kita ubah. Jangan ubah target tapi ubah cara berpikirnya, tidak perlu out of the box tapi no box,” tandasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →