Per Juni 2018, Waskita Beton Precast Raih Kontrak Baru Bernilai Rp2,97 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Juli 2018 - 18:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Total nilai kontrak baru yang diraih PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sepanjang Januari-Juni 2018 tercatat sebesar Rp2,97 triliun. Dengan demikian, total nilai kontrak yang dikelola perseroan hingga kini mencapai Rp15,93 triliun.

“Berbagai kontrak baru tersebut berasal dari proyek-proyek pembangunan ruas tol Cibitung-Cilincing, tol Tebing Tinggi-Indrapura dan tol Krakasaan-Probolinggo, proyek NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), proyek pembanguunan Rukan Golf Island dan sebagainya,” papar Ratna Ningrum, Corporate Secretary WSBP, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (03/07/2018).

Ratna mengemukakan, WSBP hingga Juni 2018 memperoleh pendapatan bertahap senilai Rp5,21 triliun. Saat ini, perseroan sedang memasok produk-produk beton precast dan readymix di beberapa proyek infrastruktur pemerintah. 

“Perseroan ditargetkan bakal selesai memasok precast dan readymix ke sejumlah proyek pada tahun ini, yaitu ke proyek pembangunan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan proyek LRT di Palembang, ruas tol Solo-Kertosono, ruas tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 serta ruas tol Pemalang-Batang,” tukas Ratna.

Di samping itu, demikian Ratna, perseroan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek lain, yaitu proyek pembangunan ruas tol Jakarta-Cikampek Elevated, ruas tol Batang-Semarang dan ruas tol Legundi-Bunder.

“Selain itu, perseroan juga akan menyelesaikan proyek-proyek pembangunan ruas tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) I & II, ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), ruas tol Pejagan-Pemalang Seksi 4 serta ruas tol Solo-Boyolali,” pungkas Ratna. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →