Menkeu: Kenaikan Impor Untuk Menunjang Sektor Produksi

Oleh : Ridwan | Selasa, 26 Juni 2018 - 11:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2018 mengalami defisit hingga 1,52 miliar dolar AS.

Sementara itu, nilai ekspor pada Mei 2018 tercatat sebesar 14,54 miliar dolar AS atau meningkat 16,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 22,28 persen (yoy).

Sedangkan untuk impor pada Mei 2018 tercatat mencapai 17,64 miliar dolar AS atau meningkat 9,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 24,75 persen (yoy).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan nilai impor pada Mei 2018 akan mendukung kegiatan investasi di sektor produksi.

"Kenaikan impor ini untuk menunjang sektor produksi," katanya dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta (26/6/2018).

Sri Mulyani mengatakan impor yang tercatat pada periode ini kebanyakan merupakan bahan modal maupun bahan baku yang dibutuhkan untuk mendorong produksi di berbagai sektor ekonomi.

Untuk itu, apabila porsi impor ini dikurangi dalam jangka pendek, maka dampaknya berpotensi mengganggu kinerja investasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Namun, ia memastikan pemerintah dalam jangka menengah dan panjang akan membangun industri dalam negeri yang berorientasi pada bahan baku untuk mengurangi impor.

"Pemerintah akan terus meningkatkan 'policy' untuk membangun industri dalam negeri agar kebutuhan barang antara dan barang modal bisa dipenuhi di dalam negeri," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, menurut dia, penguatan struktur daya saing dalam negeri juga sangat penting agar kinerja ekspor makin meningkat dan defisit neraca perdagangan makin berkurang.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →