Akhir Pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan Turun Tipis ke Posisi 5.821

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 Juni 2018 - 17:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya hanya turun tipis 0,01% atau 1 poin ke posisi 5.821 di sesi penutupan perdagangan Jumat (22/06/2018) dibandingkan posisi pada satu hari perdagangan sebelumnya di level 5.822.

Sepanjang akhir pekan ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.787-5.837. Sebanyak 275 saham mengalami penurunan harga, 138 saham naik, 121 saham stagnan dan sebanyak 104 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI hari ini mencapai Rp7,88 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp6,73 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,16 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp18,07 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 82,73 juta lot saham, hasil dari 400.123 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp969,62 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 5,79 juta lot saham.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor industri dasar mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,28% atau 10,25 poin ke posisi 793. Kemudian disusul oleh indeks sektor perdangangan dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing tergerus 1,15% dan 1,01%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah SCMA yang harganya tergerus 5,41% atau Rp120 menjadi Rp2.100 per unit, BMTR yang harganya susut 5,26% atau Rp30 menjadi Rp540 per unit dan PTPP yang harganya turun 5,17% atau Rp120 menjadi Rp2.200 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers hari ini adalah KLBF yang harganya naik 4,8% atau Rp60 menjadi Rp1.310 per unit, BBCA yang harganya meningkat 3,66% atau Rp775 menjadi Rp21.925 per unit dan BBRI yang harganya terangkat 2,4% atau Rp70 menjadi Rp2.980 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →