Dwi Guna Laksana Ditargetkan Pasok Lima Juta Ton Batu Bara ke PLN

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 Juni 2018 - 21:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, ditargetkan dapat memasok 5 juta ton batu bara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam dua tahun ke depan.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (20/06/2018), manajemen perseroan menegaskan, jika target tersebut dapat tercapai, maka kinerja perseroan dipastikan dapat membaik setelah mengalami tekanan yang cukup kuat pada tahun lalu.

Pada 2017, pendapatan DWGL turun 35% menjadi tinggal Rp672,88 miliar dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,03 triliun. Penurunan pendapatan itu dibarengi lonjakan rugi bersih komprehensif menjadi Rp852,61 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp145,85 miliar.

Selain itu, untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan ke depan, manajemen DWGL juga menjelaskan bahwa perseroan harus memperluas penetrasi pasar domestik, menjajaki peluang ekspor batubara dan meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis pelabuhan.

Di samping sebagai perusahaan pertambangan dan perdagangan batu bara, DWGL juga merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pelabuhan laut. Akan tetapi, DWGL melakukan bisnis ini melalui anak usahanya, yaitu PT Truba Dewata Guna Prasada.

Saat ini, perseroan memiliki areal konsesi penambangan batu bara seluas 412,8 hektar (ha) di Kabupaten Batu Ampar dan seluas 196,7 ha di Kabupaten Banjar serta pelabuhan di Kabupaten Tanah Laut yang seluruhnya berada di Kalimantan Selatan.

Selain memasok batu bara ke PLN dengan jumlah kontrak jangka panjang terbanyak, perseroan melalui anak usahanya PT Sinergi Laksana Bara Mas (SLBM) juga menjual batu bara ke berbagai pihak lain di luar PLN. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →