Marketing Sales Sesuai Target, JRPT Direkomendasikan BELI

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 Juni 2018 - 12:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Saham PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), sebuah perusahaan konstruksi yang merupakan emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), direkomendasikan BELI dengan target harga Rp1.350 per unit.

Rekomendasi tersebut ditetapkan oleh Tim Riset Indo Premier Sekuritas dengan mempertimbangkan penjualan pemasaran (marketing sales) JRPT yang cukup baik dengan sasaran di segmen konsumen menengah ke bawah.

Manajemen JRPT pada tahun ini menargetkan marketing sales senilai Rp2,42 triliun. Itu lebih tinggi sekitar 5% jika dibandingkan dengan realisasi marketing sales perseroan pada 2017 sebesar Rp2,30 triliun.

Sementara itu, sepanjang Januari-Maret 2018, JRPT telah membukukan marketing sales sebesar Rp490 miliar, atau relatif flat dibandingkan triwulan pertama 2017 sebesar Rp489 miliar.

Itu artinya, JRPT telah merealisasikan target marketing sales tahun ini sekitar 20% pada triwulan pertama tahun ini.

Sementara itu, manajemen JRPT sendiri pada tahun ini akan terus memusatkan perhatiannya untuk menambah cadangan lahan (landbank) yang berada di luar kawasan Bintaro, yakni di kawasan Pasar kemis. Langkah itu dilakukan karena biaya pembebasan lahannya lebih rendah.

Akuisisi lahan tersebut rencananya dibiayai oleh kas internal perseroan. Per Desember 2017, posisi kas JRPT tercatat sebesar Rp700 miliar. Adapun manajemen JRPT berencana akan menganggarkan 50% dari kas tersebut untuk membiayai akusisi lahan tahun ini. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →