BBNI Direkomendasikan BELI pasca Liburan Panjang Lebaran 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 19 Juni 2018 - 09:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merupakan salah satu saham BUMN yang direkomendasikan M Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas, untuk diakumulasi pada perdagangan pertama pasca liburan panjang Lebaran 2018 ini.

“Pasalnya, pergerakan harga BBNI secara teknikal masih terlihat dalam fase akumulasi. Konsolidasi kenaikan harga BBNI tampaknya dimulai dari posisi Rp8.250 ke Rp8.550 terus ke Rp9.250 hingga menembus Rp9.975 per unit,” ujar Nafan di Jakarta, Selasa (19/06/2018).

Disamping BBNI, Nafan juga merekomendasikan saham-saham lainnya yang memiliki prospek yang cukup baik pasca liburan Lebaran tahun ini, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, CNBC Indonesia menerbitkan riset mengenai beberapa saham yang patut dicermati ketika perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka kembali pada Rabu (20/06/2016) pasca liburan panjang lebaran.

Menurut CNBC Indonesia, saham-saham yang dimaksud adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Sementara itu, berdasarkan indikator RSI dan MACD, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada perdagangan Rabu esok sudan menunjukkan tanda-tanda yang siap untuk dilakukan aksi beli. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →