Pimpin Pasar Asia Tenggara, Grab Dapat Kucuran Dana Rp 13,9 Triliun

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 14 Juni 2018 - 07:39 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Lagi, perusahaan penyedia jasa transportasi online Grab mendapatkan dana segar sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 13,9 triliun dari Toyota Motor Corp. Investasi Toyota ini akan menjadi suntikan dana terbesar yang pernah dilakukan oleh produsen mobil kepada sektor perusahaan ride hailing.

Dilansir dari Reuters, dengan suntikan dana segar ini, Grab dapat memperluas jangkauan layanan online ke offline. Salah satunya memperluas pengiriman makanan dan pembayaran digital.

Menurut sumber Reuters, seorang eksekutif Toyota akan ditunjuk untuk menjabat sebagai dewan direksi Grab dan anggota tim Toyota akan diperbantukan sebagai seorang pejabat eksekutif.

Toyota sebelumnya telah berinvestasi di Grab bersama dengan perusahaan China, Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp Jepang.

Saat ini, posisi Grab menjadi pemimpin pasar ride-hailing di Asia Tenggara. Terutama dengan kejadian Uber melepas bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab.

Belum lama ini, Grab secara resmi mengumumkan bahwa pendapatan tahunan layanan transportasi ini mencapai US$1 mliar (Rp13,9 triliun). Hal ini diungkap President Grab Ming Maa dalam wawancaranya dengan kantor berita China Yicai.

"Grab adalah perusahaan teknologi transportasi pertama di Asia Tenggara yang mencapai pendapatan tahunan US$1 miliar," terangnya.

Saat ini Grab tercatat memiliki 100 juta unduhan aplikasi dan lebih dari 6 juta pesanan harian, seperti ditulis Deal Street Asia.

Meski demikian, Maa menyebut bahwa Grab tidak berencana untuk balik modal sekarang. Maa menyebut bahwa perusahaan itu masih akan terus menitikberatkan investasi mereka di layanan finansial dan masih belum mempertimbangkan untuk mencetak keuntungan.

Perusahaan layanan ride-hailing di Asia Tenggara dan diseluruh dunia seperti diketahui masih belum ada yang menuai keuntungan. Ketatnya persaingan, membuat Grab dan para kompetitornya terus menerus bagi-bagi diskon dan promosi untuk mempertahankan pelanggan, sehingga berimbas pada tipisnya margin keuntungan mereka.

Sepanjang Juni 2017 hingga Juni 2018, Grab terus mengekspansi kota-kota baru di Asia Tenggara. Tercatat perusahaan tersebut telah melahap 162 kota baru di regional