SKBM Akuisisi 90% Saham Sentra Budidaya Biotek

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Januari 2017 - 15:17 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), emiten yang berbisnis di bidang pengolahan hasil perikanan laut dan darat, serta hasil bumi dan peternakan, mengakuisisi 22.500 unit saham PT Sentra Budidaya Biotek (SBB) yang dimiliki oleh Clareville International Limited.

Menurut keterbukaan informasi manajemen SKBM ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/01/2017), akuisisi tersebut bertujuan untuk menjalankan usaha di bidang usaha pembesaran ikan air payau.

Pasca akuisisi tersebut, maka SKBM menguasai 90% kepemilikan saham di SBB dengan memiliki 22.500 unit saham. Sisanya 10%, atau 2.500 unit saham, dimiliki oleh PT Multi Karya Sejati.

Modal dasar SBB terdiri dari 25.000 unit saham yang bernilai nominal masing-masing Rp1 juta. Dengan demikian, total modal dasar SBB adalah Rp25 miliar. Sedangkan total modal yang disetor dan ditempatkan penuh juga sudah mencapai Rp25 miliar.

SKBM mengakuisisi saham CIL di SBB tersebut diperkirakan mencapai Rp735 miliar. Itu sesuai dengan isi prospektus Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), alias rights issue, yang diterbitkan SKBM pada pertengahan November 2016 lalu.

Disamping, itu SKBM juga akan menyuntikkan modal sekitar Rp185 miliar ke SBB untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional SBB. Dana tersebut juga berasal dari hasil pelaksanaan rights issue tersebut.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →